Quantcast
Viewing latest article 8
Browse Latest Browse All 10

Phimosis – Paraphimosis Diakibatkan Oleh Radang Preputium Dan Edema

Phimosis adalah keadaan dimana lubang preputium terlalu kecil sehingga preputium tidak bisa ditarik kebelakang. Paraphimosis adalah keadaan dimana jika preputium tersebut ditarik kemudian tertahan erat dibelakang corona glandis sehingga tidak bisa dikembalikan. Phimosis bisa terjadi waktu lahir atau sebagai akibat radang preputium. Retraksi preputium yang phimosis kongenital ataupun yang diakibatkan adanya edema inflamatoris lokal dapat mengakibatkan paraphimosis.

PERAWATAN

Pada prinsipoya, perawatan phimosis inflamatorik sama seperti telah diterangkan pada balanoposthitis. Paraphimosis yang masih baru bisa dikurangi dengan menekan glans dan mendorongnya menggunakan kedua ibu jari, sedang cincin paraphimotik dijepit oleh kedua jari telunjuk dan jari tengah kemudian membantu mengembalikan preputium kedepan. Dalam keadaan keadaan radang epitel non keratinisasi tertentu perlu diberi anesthesia umum.

VULVITIS, VAGINITIS DAN CERVICITIS

Penyebab vulvitis, vaginitis dan cervicitis, yang infektif maupun non-infektif, sama dengan penyebab radang genital pada laki-laki yakni urethritis dan balanitis. Gejala-gejala yang biasanya lebih jelas di daerah vulva, bisa berasal dari radang vagina atau cervix; oleh karenanya perlu ditrakukan pemeriksaan menyeluruh. Aphtosa dan infeksi trichomonas umumnya terjadi pada wanita; vaginitis non-spesifik dan cervicitis serta erosi cervix juga sering terjadi. Masih betrunn jelas apakah mycoplasma ikut serta dan seberapa jauh keterlibatannya sebagai penyebab radang dan infeksi menular. Namun perlu diperhatikan kemampuan gonococcus ( N. gonorhoeae) rnenginfeksi dan menimbulkan komplikasi pada tractus genitalis wanita. Bahaya yang ditimbulkannya (pada wanita) lebih berat dibanding terhadap laki-laki, dan telah ditekankan kesulitan diagnosa pada wanita.

VULVITIS

Vulvitis bisa disebabkan oleh semua keadaan yang disebutkan sebagai penyebab balanoposthitis. MungLm lesi pating sering dijumpai adalah yang ditimbulkan oleh penyebab-penyebab intertrigo atau dermatosis. Scabies, yang relatif umum terjadi pada genital laki-laki, menyerang paha, perut dan bahkan mammae pada wanita. Vulvitis, yang diakibatkan vaginitis dan cervicitis banyak diderita, dan dalam pemeriksaan rutin harus terlebih dahulu disingkirkan kemungkinan gonococcus, trichomonas dan candida sebagai penyebab. Lesi-lesi infektif meliputi keadaan-keadaan yang telah dlterangkan sebelumnya (bagian 1) baik berupa papula, vesicula ataupun ulcus. Vulvitis atrophicans terjadi pada wanita postmenopause.


Viewing latest article 8
Browse Latest Browse All 10